Minggu, 04 Desember 2011

DAPODIK - Kab. Bogor

DAPODIK - Kab. Bogor
logo DAPODIK

Data Pokok Pendidikan Indonesia

Data Pokok Pendidikan Wilayah

DINAS PENDIDIKAN
Kab. Bogor

Periode 2011 / 2012

Data Siswa


berdasarkan: NISN Nama

Sekolah SMAN 1 BABAKAN MADANG
20231322

Ringkasan Jenis Kelamin Siswa
Laki-laki 72
Perempuan 76
TOTAL SISWA * 148
Pasang Badge DAPODIK Sekolah
telah terdaftar di
SMAN 1 BABAKAN MADANG
20231322
Ringkasan Jenis Kelamin Pendidik
Laki-laki 1
Perempuan 0
TOTAL PENDIDIK * 1
Keterangan *
Total = jumlah siswa/guru aktif ditambah jumlah siswa/guru yang sedang dalam proses mutasi.
Detail Sekolah
NPSN 20231322
Jenjang Sekolah Menengah Atas
Status Negeri Dibawah Diknas
Kecamatan Kec.Babakan Madang
Kelurahan Ds. Babakan Madang
Alamat Kec.Babakan Madang
Nama Kepala Sekolah Dra. Nursari Siregar
NIP/NIK Kepala Sekolah 195610101984032004
Jumlah Ruang Kelas -

Daftar Siswa

Jumlah Siswa Total : 142 Siswa Update terakhir pada 05/12/2011 pk.12:15 WIB
Tingkat Data per Halaman Halaman dari 2
No. NISN Nama Kelamin Tingkat
1 9963552896 Chandra Sentosa Laki-laki 10
2 9961629652 Dea Tamara Perempuan 10
3 9953555912 Dede Solihin Laki-laki 10
4 9953481695 Deri Hermawan Laki-laki 10
5 9963572175 Desnita Joana Perempuan 10
6 9963639878 Dinna Resita Dewi Perempuan 10
7 9963632012 Erika Selvia Perempuan 10
8 9963552902 Ferry Putra Pratama Laki-laki 10
9 9973498417 Fitria Febriani Perempuan 10
10 9963614625 Habudin Laki-laki 10
11 9963690840 Iwan Nugroho Laki-laki 10
12 9963597835 Nia Safitri Perempuan 10
13 9963448983 Novia Suhesti Perempuan 10
14 9963537325 Raden Rivaldy Eka Putra Laki-laki 10
15 9953590287 Retno Dwi Ningsih Perempuan 10
16 9963599149 Sakinatun Zahara Perempuan 10
17 9953539978 Sita Wulandari Perempuan 10
18 9973491380 Suci Sahuri Perempuan 10
19 9950777317 Wanda Wardani Laki-laki 10
20 9967937550 Wildan Aulya Laki-laki 10
21 9953573183 Yayah Salsiah Perempuan 10
22 9932086709 Ade Yuni Mawarni Perempuan 11
23 9953539897 Alviansyah Praja Laki-laki 11
24 9951181688 Angga Purnama Laki-laki 11
25 9943279041 Antoni Salam Laki-laki 11
26 9943373865 Ari Maulana Laki-laki 11
27 9943375799 Arie Irfan Irmansyah Laki-laki 11
28 9933158112 Cep Obay Maulana Laki-laki 11
29 9953555780 Daday Hidayat Laki-laki 11
30 9957972176 Della Putri Handayani Perempuan 11
31 9953494642 Desi Novia Sari Perempuan 11
32 9942206080 Eka Putra Perdana Laki-laki 11
33 9953575254 Falah Achmad Bagusti Laki-laki 11
34 9963108867 Hendrawan Christianto Laki-laki 11
35 9953539357 Ihdinal Husna Laki-laki 11
36 9960228290 Ilyas Muzakki Laki-laki 11
37 9953539359 Intan Permatasari Perempuan 11
38 9943359498 Irawati Kusuma Perempuan 11
39 9958073755 Mas Unggul Arif Priambada Laki-laki 11
40 9953590269 Mia Kurniasari Perempuan 11
41 9943359387 Mohammad Rendy Almer Zada Laki-laki 11
42 9942705202 Muhammad Revan Setio Laki-laki 11
43 9953573224 Muhammad Tri Rizmi Hardjo Laki-laki 11
44 9957972203 Putri Yani Perempuan 11
45 9954963302 Raden Rachmawati Widjaya Perempuan 11
46 9941926963 Rai Satria Pamungkas Laki-laki 11
47 9943316827 Rendy Setya Permana Laki-laki 11
48 9963597227 Restu Gumelar Ramdani Laki-laki 11
49 9943372103 Rinah Permatasari Perempuan 11
50 9902932893 Rizki Dwi Julian Laki-laki 11
51 9954963299 Siti Habibah Perempuan 11
52 9933156457 Siti Muniroh Perempuan 11
53 9930954075 Sri Mulyani Perempuan 11
54 9941945217 Tiara Sarana Perempuan 11
55 9953539933 Wiganda Laki-laki 11
56 9953479053 Zulkifli Laki-laki 11
57 9932108558 Abdul Fatah Laki-laki 12
58 9943316623 Abdul Jabar Laki-laki 12
59 9933174848 Aditya Marwan Laki-laki 12
60 9938559264 Aldrin Laki-laki 12
61 9943315745 Alfi Malinda Perempuan 12
62 9933136993 Ali Sajeli Laki-laki 12
63 9943141589 Andre Oktavianus Laki-laki 12
64 9943187353 Anggi Anggraini Perempuan 12
65 9953530156 Any Andriyani Perempuan 12
66 9943412552 Arman Nadziri Laki-laki 12
67 9943650767 Arta Nadya Perempuan 12
68 9943187356 Ayu Aditia Rachman Perempuan 12
69 9932086705 Caroline Margareth Aer Laki-laki 12
70 9933137043 Darwan Setiawan Laki-laki 12
71 9943187234 Dedah Patimah Perempuan 12
72 9932086710 Deden Cikal Rambu Basae Laki-laki 12
73 9932108512 Deden Ridwan Laki-laki 12
74 9933137057 Desi Ariyani Perempuan 12
75 9943316676 Desi Setiani Perempuan 12
76 9922997811 Devi Rosha Wulan Perempuan 12
77 9953514678 Dewi Wulandari Perempuan 12
78 9933174890 Dheri Yuana Laki-laki 12
79 9943316689 Efril Laki-laki 12
80 9955024693 Ega Amelia Perempuan 12
81 9943316709 Erlani Tri Wulandari Perempuan 12
82 9943412575 Euis Anissa Perempuan 12
83 9943412579 Fadilah Laki-laki 12
84 9932108562 Fakhtu Dafi Rahman Laki-laki 12
85 9933137101 Farah Qonit Perempuan 12
86 9933174922 Farhah Diana Perempuan 12
87 9941250942 Farida Perempuan 12
88 9953634072 Febri Firmansyah Laki-laki 12
89 9943436233 Febrina Aryani Perempuan 12
90 9943187360 Firda Nur Fitriani Perempuan 12
91 9933137113 Fitri Sri Rahayu Perempuan 12
92 9943432320 Hasanah Laki-laki 12
93 9943412594 Ilham Hamid Laki-laki 12
94 9923030916 Indra Lukman Laki-laki 12
95 9943412596 Indriani Perempuan 12
96 9973590940 Inen Laki-laki 12
97 9933218050 Irsan Laki-laki 12
98 9922999446 Ismawati Perempuan 12
99 9933137154 Ita Nurasyiah Perempuan 12
100 9933110369 Lia Nopitasari Perempuan 12

Data yang disajikan di situs ini bersifat Online dan Real Time.
Setiap saat akan ada perubahan data seiring dengan proses pemutakhiran data yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota/Kab se Indonesia secara online ke situs ini.

Kemendiknas Indonesia Dikembangkan oleh Tim Dapodik Biro Perencanaan Depdiknas periode 2006/2007
Dioperasionalkan oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dan Sekolah se Indonesia
Halaman ini dieksekusi dalam waktu 0.1101 detik

Jumat, 02 Desember 2011

UNIVERSITAS TERBAIK

10. California Institute of Technology (Caltech)

Universitas ini merupakan salah satu universitas paling terkemuka dalam riset. Caltech mempertahankan penekanan kuat dalam ilmu alam dan teknik. Caltech memiliki dan mengoperasikan kompleks penerbangan luar angkasa "autonomous" yang memimpin di dunia dikenal dengan Jet Propulsion Laboratory. JPS mengamati desain dan operasi dari banyak penjajakan luar angkasa NASA; tidak seperti "National Laboratories" (Laboratorium Nasional AS) dan Pusat Luar Angkasa NASA lainnya, fasilitas JPS hanya dalam kontrak ke pemerintah.

9. Massachusetts Institute of Technology (MIT), United States
MIT merupakan pemimpin dalam sains dan teknologi, dan juga banyak bidang lainnya, termasuk manajemen, ekonomi, linguistik, ilmu politik, dan filosofi. Departemen dan sekolah yang paling terkenal adalah Lincoln Laboratory, Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory, Media Lab, Whitehead Institute dan Sloan School of Management. 59 dari anggota sekarang atau dahulu dari komunitas MIT telah memenangkan Penghargaan Nobel.

8. Princeton University, United States
Universitas Princeton, terletak di Princeton, New Jersey, adalah institusi pendidikan tinggi tertua keempat di Amerika Serikat. Salah satu universitas terkemuka di negara tersebut, Princeton memiliki bidang arsitektur, teknik, dan urusan internasional dan publik baik prasarjana maupun sarjana yang terkenal. Riset dijalankan di banyak bidang, termasuk fisika plasma dan propulsi jet. Universitas ini berhubungan dengan Brookhaven National Laboratories.
Perpustakaan Harvey S. Firestone Library (dibuka 1948) dan museum seni menyimpan koleksi yang luar biasa. Dia didirikan sebagai College of New Jersey pada 1746, dan awalnya terletak di Elizabeth, New Jersey. Sekolah ini kemudian pindah ke Princeton pada 1756, masih dengan nama awalnya. Namanya kemudian resmi diganti "Princeton University" pada 1896.

7. University of Chicago, United States
The University of Chicago atau Universitas Chicago (biasanya disebut sebagai Chicago atau UChicago) adalah sebuah universitas swasta, yang fokus pada penelitian coeducational dan terletak di Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Universitas Chicago didirikan oleh pengusaha minyak dermawan bernama John D. Rockefeller pada tahun 1890; William Rainey Harper menjadi presiden atau rektor pertama pada tahun 1891 dan kelas-kelas pertama diadakan pada tahun 1892.

6. University of OXFORD, United Kingdom
Universitas Oxford adalah perguruan tinggi tertua berbahasa Inggris yang berlokasi di kota Oxford, Inggris.[4] Sejarah universitas ini dapat ditelusuri paling tidak mulai akhir abad ke-11, walaupun tanggal tepat pendiriannya tetap tak jelas. Menurut legenda, setelah pecahnya kerusuhan antara mahasiswa dan penduduk kota pada tahun 1209, beberapa akademisi Oxford melarikan diri ke timur laut, ke kota Cambridge, dan mendirikan Universitas Cambridge. Kedua universitas ini sejak itu telah saling bersaing satu sama lain, dan merupakan perguruan tinggi paling selektif di Britania Raya.

5. Imperial College London
Imperial College London, peringkat universitas terbaik kelima di dunia untuk 2009. Imperial College London adalah beasiswa universitas kelas dunia, pendidikan dan penelitian di bidang ilmu pengetahuan, teknik dan kedokteran, khususnya berkaitan dengan aplikasi mereka di industri, perdagangan dan kesehatan. College ini memiliki lebih dari 3.000 staf akademik dan penelitian dan hampir 14.000 siswa dari lebih 120 negara yang berbeda.

4. UCL (University College London)
UCL (University College London) peringkat universitas terbaik keempat di Peringkat Universitas Dunia 2009. UCL adalah universitas multidisiplin dengan reputasi internasional untuk kualitas penelitian dan pengajaran di seluruh spektrum akademik, dengan mata pelajaran mencakup ilmu-ilmu, seni, ilmu sosial dan biomedis. Pada tahun 2008 Research Assessment Exercise (RAE) UCL dinilai universitas penelitian terbaik di London, dan ketiga di Inggris secara keseluruhan, untuk jumlah pengiriman yang yang dianggap kualitas terdepan di dunia. Universitas ini terletak di sebuah situs kompak di jantung kota London dan dikelilingi oleh konsentrasi terbesar perpustakaan, museum, arsip, lembaga budaya dan badan-badan profesional di Eropa.

3. Yale University, United States
Universitas Yale dinilai sebagai universitas terbaik ketiga di Dunia Peringkat Universitas 2009. Yale University adalah salah satu sekolah yang paling terkenal di Amerika Serikat, dengan sejarah panjang layanan dan daftar alumni yang berbunyi seperti "Who's Who" dari orang-orang sukses. Universitas Yale adalah pemenuhan visi Eropa kebebasan intelektual yang bertujuan melayani masyarakat dan negara. Ini telah memperjuangkan sepanjang sejarah dan selamat dari bencana yang paling merusak seperti Revolusi Amerika. Sejak itu, universitas telah terus tumbuh dan berkembang menjadi pusat pendidikan berkualitas tinggi yang diakui oleh masyarakat global. Universitas ini dianggap sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada 1701 dan merupakan anggota kebanggaan Liga Ivy yang bergengsi.

2. University of Cambridge, United Kingdom
Universitas Cambridge dinilai yang terbaik kedua di Peringkat Universitas Dunia 2009. Universitas Cambridge adalah salah satu universitas tertua di dunia dan salah satu yang terbesar di Inggris. Reputasinya untuk prestasi akademis yang luar biasa dikenal di seluruh dunia dan mencerminkan pencapaian intelektual mahasiswa, serta penelitian asli kelas dunia yang dilakukan oleh staf Universitas dan Sekolah Tinggi. Reputasinya didukung oleh Quality Assurance Agency dan oleh peninjau eksternal lain belajar dan mengajar, seperti Penguji Eksternal. Standar-standar yang tinggi adalah hasil dari kedua kesempatan belajar yang ditawarkan di Cambridge dan sumber daya yang luas, termasuk perpustakaan, museum dan koleksi lainnya. Pengajaran terdiri tidak hanya dari kuliah, seminar dan kelas praktis dipimpin oleh orang-orang yang ahli di bidang dunia mereka, tetapi juga mengajar lebih personal diatur melalui Colleges. Banyak peluang bagi siswa untuk berinteraksi dengan ulama dari semua tingkatan, baik secara formal dan informal.

1. Harvard University, United States
Universitas Harvard dinilai sebagai universitas nomor satu di Peringkat Universitas Dunia 2009. Harvard adalah institusi Amerika tertua pendidikan tinggi, yang didirikan 140 tahun sebelum Deklarasi Kemerdekaan ditandatangani. Universitas telah berkembang dari sembilan siswa dengan master tunggal untuk Masuk lebih dari 18.000 kandidat derajat, termasuk mahasiswa dan siswa di 10 unit akademik utama. Sebuah tambahan 13.000 siswa yang terdaftar dalam program satu atau lebih di Harvard Extension School. Lebih dari 14.000 orang bekerja di Harvard, termasuk lebih dari 2.000 fakultas. Ada juga janji fakultas 7.000 mengajar di rumah sakit afiliasi.

Kamis, 01 Desember 2011

Komik catatan perjalanan mengenai Bali



Dulu saya menulis bahwa "Saya meresa heran, walaupun setiap tahun ratusan ribu orang Jepang berwisata ke Indonesia terutama ke Bali, mengapa belum ada manga catatan perjalanan Indonesia ? ". Tetapi sebetulnya ternyata sudah ada beberapa karya yang mengenai perjalanan ke Indonesia, terutama Bali.
Gambar ini dari "Osanpo Daiou" (Raja agung perjalanan), karya SUDO Masumi. Adegan ini Mbak SUDO^ makan mi bakso di kota Denpasar. Serial "Osanpo Daiou" ini cerita pengalaman perjalanan Mbak SUDO^ ke tempat macam-macam, Bali, Nepal, tetapi kebanyakannya sekitar Tokyo.
Situs SUDO Masumi
Osanpo O^koku (bahasa Jepang)


Gambar wajahnya Si SUDO^ bervariasi, lucu sekali

Gamabar ini dari "Muteki no Bali" (Bali terkuat), karyanya MANOTONOMA. MANOTONOMA adalah pen name dua komikus wanita, MANO Kyo dan NOMA Osamu. Adegan ini mereka makan es campur di Ubud. Mereka menulis beberapa komik panduan wisata, selain Bali, Turki, Vietnam, Taiwan. Hongkong, Korea

Gambar ini dari "Odoru shima no hiru to yoru" (Siang dan malam di pulau yang menari) oleh FUKAYA Akira. Komik ini berbeda dengan dua karya di atas, cerita fiksi, tidak berdasarkan pengalaman pengarangnya. Cerita ini adalah dukun orang Jepang yang tinggal di Bali memakai sihir. Saya sendiri tidak setuju Bali mengaitkan sihir. Dukun dan sihir bukan saja di Bali, ada seluruh Indonesia. Dan kebanyakannya orang Bali tidak berkaitan dengan sihir. Karya ini berbau orientalisme dan meninbulkan kesalahpahaman pembaca mengenai kebudayaan Bali.
Situs FUKAYA Akira "
Apa Kabar"(bahasa Jepang)
(Sabtu, 11 September 2004)

Simposium "Asia in Comics 2004 : Asia joryu manga no sekai" (Dunia komik wanita di Asia)
Foto ini adalah presentasi Anzu Hizawa komikus dari Indonesia. Dari kanan, PARK So Hee, yang berambut kuning (Korea Selatan), Anzu Hizawa, Watase Yuu, yang mengenakan kimono (Jepang), Tina Francisco (Filipina), FOO Swee Chin (Singapura)

Pada tanggal 21 dan 22 Februari 2004, Japan Foundation menyelenggarakan acara simposium "Asia in Comics 2004: Asia Joryu Manga no Sekai (Dunia Komik Wanita di Asia)" bertempat di Tokyo. Sejak tahun 2001, Japan Foundation telah menyelenggarakan Forum "Asia in Comics" dan sekarang telah memasuki tahun ke-4. Kalau pada tahun lalu tema yang diangkat adalah Komik Tiongkok, maka kali ini fokusnya adalah diskusi keadaan komik wanita di 5 negara, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Filipina. Keikutsertaan pembicara dari Indonesia untuk simposium ini, kali ini pertama kali.

Sebagai narasumber pada hari pertama adalah dari bagian redaksi. Dari Indonesia Ratna Sari (Kepala staf Redaksi Elex Media Komputindo), dari Jepang Yamauchi Yasuko (Wakil Kepala staf Redaksi Penerbit Shogakukan), dari Korea selatan KIM Young Joong (Kepala staf Redaksi Penerbit Seoul Cultural Publisher), dari Filipina Terry Bagalso (Kepala Staf Redaksi Penerbit Atlas). Selain itu juga ada SAJIMA Akiko (Profesor Universitas Fukuoka Jogakuin) yang meneliti komik Korea Selatan.

Ratna Sari mempresentasikan sejarah perkembangan Komik Indonesia secara singkat. Redaksi dari Korea, yang negaranya memiliki prasarana internet paling maju di Asia, melaporkan tentang komik online. Redaksi Jepang menjelaskan sistem produksi komik Jepang, yaitu dengan mengadakan kerjasama yang sangat erat antara komikus dan pihak redaksi.

Hari kedua, pembicaranya adalah para komikus dari 5 negara. Dari Indonesia Anzu Hizawa, dari Jepang Watase Yuu, dari Korea Selatan PARK So Hee, dari Filipina Tina Francisco dan dari Singapura FOO Swee Chin. Komik yang sangat menarik, dibuat oleh komikus Korea, PARK So Hee yang rambutnya diwarnai kuning, berjudul "Kung" (Istana Raja). Bercerita tentang seorang gadis yang pacarnya seorang raja Dinasti Korea. Tentu saja itu hanya fiksi karena sekarang di Korea sudah tidak ada kerajaan. Dinasti Korea telah runtuh sejak masa penjajahan Jepang. Gambarnya bagus sekali. PARK merupakan lulusan Jurusan Komik Kongju Culture College. Dia mengatakan dengan suara yang manis bahwa di Korea Selatan ada 39 universitas yang punya jurusan komik (di Jepang ada banyak akademi komik, tetapi universitas yang punya jurusan komik hanya 1 atau 2 saja). Presentasi Anzu Hizawa, menurut saya cukup menarik. Menurutnya pembaca komik di Indonesia 80% adalah anak perempuan, jadi komik Indonesia yang terbit kebanyakan untuk anak perempuan. Ketika ditanya, "kalau begitu, anak laki-laki berminat pada apa?" jawabannya Playstation. Anzu juga mengungkapkan kalau pembaca Indonesia kurang menghargai komik lokal. Hal itu bertolak belakang dengan keadaan Jepang. SAJIMA Akiko (Profesor Universitas Fukuoka Jogakuin), yang meneliti komik Korea Selatan, mencatat bahwa di Korea Selatan respon pembaca komik terhadap komik lokal maupun komik Jepang dan Taiwan cukup baik. Hal itu bermanfaat untuk perkembangan komik Korea. Sebaliknya, di Jepang pembaca komik masih sedikit kesempatannya untuk membaca komik luar negeri.

Sayangnya karena waktu yang sangat terbatas, diskusinya terasa kurang dalam. Tetapi di tempat simposium dipamerkan buku karya komikus dari 5 negara ini. Yang mengejutkan saya adalah kemajuan mutu gambar komikus Indonesia. Waktu saya tinggal di Yogya, tahun 1995 sampai 1997, gambar komik Indonesia saat itu jelek dan jauh sekali dibanding komik Jepang. Tetapi sekarang, dilihat dari sudut gambar, karya Anzu Hizawa, Shinju Arisa dan Dyotami Febriani sudah mencapai standar Jepang dan Korea Selatan. Gambar Shinju Arisa sangat mirip dengan gambar CLAMP, mungkin dia bisa langsung masuk tim CLAMP. Untuk mencapai standar sekarang, komikus Jepang perlu waktu 40 tahun, dan komikus Korea Selatan 20 tahun. Tapi bisa terkejar oleh komikus Indonesia hanya dalam 5 tahun saja. Komikus Jepang WATASE Yuu dalam simposium ini berkata,"Komikus luar negeri yang hadir di forum ini gambarnya sangat cerdas. Maka kami (komikus Jepang) tidak boleh kalah." dan ini bukan basa-basi.

Tetapi jika dilihat dari sudut cerita, bagaimana komik Indonesia? Pada hari pertama simposium, ketika ditanya tentang masalah sensor, Ratna Sari menjawab, "Sekarang di Indonesia tidak ada sensor oleh pemerintah, tetapi Elex Media punya aturan sendiri untuk tidak merusak moral. " Pada hari kedua, ketika sesi tanya jawab, saya bertanya kepada Ratna Sari,"Kemarin Anda mengatakan bahwa jangan merusak moral. Tetapi sejarah komik wanita Jepang adalah sejarah yang merusak "moral". Pada pertengahan tahun 1970-an komik wanita Jepang telah mencapai puncak. Hal ini disebabkan tantangan komikus wanita Jepang terhadap "moral" yang memasung kemajuan komikus wanita. Demi kemajuan komik, bukankah seharusnya pihak redaksi mendukung perlawanan ini ? " Jawaban Ratna Sari adalah sebagai berikut, "Komik Indonesia dilihat para orang tua sebagai barang yang tidak mendidik dan berpengaruh tidak baik untuk anak-anak mereka. Jadi redaksi dan komikus Indonesia diharuskan menjaga moral untuk menghindari kritik. "

Memang saya memahami maksud Ratna Sari, tapi pendapat tentang komik adalah tidak mendidik oleh orang tua sebenarnya sama dengan di Jepang. Di Jepang sebelum akhir 1960-an komik dianggap sebagai bacaan anak-anak. Saat itu pada dasarnya di Jepang orang tua tidak suka anaknya membaca komik.

Pada mulanya di Jepang, komik adalah bacaan untuk anak-anak. Pada tahun 1959, mulai diterbitkan dua majalah komik mingguan untuk anak laki-laki, yaitu Shonen Magazine dan Shonen Sunday. Saat itu kebudayaan hiburan untuk anak adalah komik saja. Belum berkembang anime, dan tentu saja belum ada computer game. Hampir 10 tahun kemudian, majalah komik untuk remaja mulai terbit, misalnya Manga Action (1967), Young Comic (1967), Play Comic (1968), dan Big Comic (1967). Pembaca komik yang usianya 10 tahun pada 1959, telah berusia kurang lebih 20 tahun sehingga mereka yang sudah remaja mau membaca komik yang cocok dengan selera mereka.

Ciri-ciri khusus gambar komik genre baru ini adalah realisme. Gaya realistis disebut "gegiga" (Geki artinya drama, Ga artinya gambar) mendominasi komik Jepang. Cerita juga berubah menjadi realis dan serius. Tentu saja ceritanya berlawanan dengan moral yang berlaku masa itu. Kebetulan saat itu, sekitar akhir 1960-an gerakan mahasiswa menjadi marak sekali. Saat itu juga generasi muda mengakibatkan gerakan baru dalam dunia kebudayaan dan kesenian, termasuk dunia komik. Karya MIYAYA Kazuhiko, MASAKI Mori dan KAWAGUCHI Kaiji langsung bertema gerakan politik radikal. Selain itu, majalah komik alternatif COM (sejak 1967, sekarang sudah tidak terbit) dan
GARO (sejak 1964, tahun 2003 berubah jadi majalah online di internet) memuat karya-karya yang kreatif.
MIYAYA Kazuhiko "Taiyo heno sogeki" (Pembidikan Matahari), 1969. Sebuah political fiction, bercerita tentang seorang teroris komunis. Mereka membunuh dan memberontak terhadap tokoh pemerintah.

MASAKI Mori "Kyohan genso" (Ilusi Komplotan), 1971. Cerita ini kisah 4 siswa SMA yang menduduki selolahnya untuk protes. Pendudukan selolahnya oleh siswa SMA terjadi sangat marak pada akhir 1960-an.


KAWAGUCHI Kaiji "Terror no keifu" (Silsilah terror), 1975 ceritanya kasus pembunuhan O^SUGI Sakae, tokoh anarkis, oleh polisi militer yang terjadi pada 1922.

Gelombang baru di dunia komik remaja Jepang ini mempengaruhi komik wanita beberapa tahun kemudian. Komik untuk anak perempuan (shoujo) biasanya ceritanya sangat dibatasi oleh redaksi, yang mewakili moral masyarakat. Tidak boleh menceritakan percintaan secara gamblang, apalagi tentang seks. Pokoknya komik untuk anak perempuan harus "disterilkan" Tetapi sejak awal 1970-an sedikit demi sedikit situasinya berubah. Pada tahun 1970, karya O^SHIMA Yumiko, " Tanjo ! " (Kelahiran) dimuat majalah " Margaret ". Ceritanya tentang siswi SMU yang hamil. Setahun kemudian karya HAGIO Moto, " 11 Gatsu no Gymnasium " (Gymnasium Pada Bulan November) dipublikasikan. Karya ini bercerita tentang anak kembar yang dibesarkan terpisah karena zinah ibunya. Tahun 1976, karya TAKEMIYA Keiko, " Kaze to ki no uta " (Puisi Angin dan Pohon) dirilis. Karya kontroversial ini bercerita tentang hubungan homoseksual antara siswa SMP. 30 tahun setelah kemunculan mereka, dalam komik wanita Jepang belum ada lagi revolusi seperti yang mereka lakukan saat itu. Dibandingkan masa 1970-an, dari sudut kualitas kini komik wanita Jepang boleh disebut dalam kelesuan.

OSHIMA Yumiko "Tanjo !" (kalahiran) 1970

HAGIO Moto "11 gatsu no gymnasium" (Gymnasium pada bulan November) 1971

TAKEMIYA Keiko "Kaze to ki no uta" (puisi angin dan pohon) 1976

Mereka, para komikus yang disebut " 24 nen gumi " (angkatan 1949. Mereka lahir pada sekitar tahun showa 24 yaitu 1949), telah membongkar stereotip komik wanita sebelumnya. Tantangan mereka merintis era baru komik wanita dan mematangkan komik wanita Jepang sebagai budaya yang menarik dari mata orang dewasa. Kalau tanpa perlawanan terhadap moral sepert yang mereka lakukan, walaupun gambarnya semakin baik, komik Indonesia akan terus menjadi konsumsi anak-anak. Tentu saja, tanpa sensor dan batasan tabu, kualitas karya tidak terjamin. Tetapi tidak bisa disangkal bahwa perlu terobosan untuk kemajuan komik lokal Indonesia.

Dalam lingkungan komik Indonesia yang sekarang, ada dua strategi bagi komikus Indonesia yang kreatif.
Yang pertama adalah komik Underground (komik bawah tanah) yang tanpa sensor. Di Jepang pasaran komik underground sudah sangat besar. Komik underground di Jepang disebut " dojinshi " (artinya majalah untuk kelompok terbatas), pasar komik underground yang disebut " komike " (singkatan Komik Market) diselenggarakan setahun dua kali, musim panas dan musim dingin. Komike itu pertama kalinya diadakan pada tahun 1975, jadi telah berlangsung hampir 30 tahun. Panitia Komike punya website dalam bahasa Inggris.
http://www.inter-g7.or.jp/g2/manga/HTML/MARKET.html
Setiap kali Komike ini didatangi ratusan ribu orang. Komik underground yang dijual di Komike kebanyakan komik parodi porno dari komik populer, tapi tentu saja ada yang serius juga. Untuk komik underground yang serius, ada majalah khusus yang bersejarah, yaitu " GARO " yang sudah disebut sebelumnya dan " Ax " (majalah dua bulanan)
http://www.seirinkogeisha.com/

Strategi kedua adalah promosi ke pasar komik luar negeri. Anzu Hizawa menegaskan di simposium ini bahwa karyanya " Wing of Desire " akan diterbitkan di Singapura dan Malaysia. " Pembaca Indonesia meremehkan komik lokal. Kalau komik Indonesia dinilai tinggi di luar negeri, pembaca Indonesia akan menghargai komik lokal. " ujarnya. Strategi ini sangat efektif. Di dunia film, strategi ini dipakai oleh film Jepang pada tahun 1950-an dan film Iran dan Tiongkok pada tahun 1980-an. Dan hasilnya sangat bagus. Sesudah film-film itu memperoleh penghargaan dari film festival di luar negeri, nama sutradaranya menjadi terkenal di negara mereka sendiri.

Dulu, sutradara Prancis Jean-Luc Godard mengutip ucapan Mao Ze dong, " Berjuang di dua front - seni dan ekonomi. " Cara yang sesuai untuk komikus Indonesia yang menentang dua front itu adalah komik underground dan pasar komik luar negeri. Kalau ada yang mau mempromosikan karyanya ke penerbit Jepang, saya akan bantu dan menterjemahkannya ke bahasa Jepang. Kalau komik Indonesia yng unik dikenal di Jepang, komikus Jepang pun akan terangsang kreativitasnya. Marilah berjuang untuk Republik Komik, republik yang tidak ada perbatasannya !

(Selasa, 9 Maret 2004)

MIURA Yasuto, gambar halus dan rasa nostalgia
Lihatlah gambar ini. Gambar ini yang dilukis dengan garis halus, adalah kutipan dari karya MIURA Yasuto. Seperti TOYO Kataoka, gambarnya dilukis secara rinci. Tetapi jauh lebih realistis dan halus daripada gambar TOYO.
Karya MIURA menggambar pemandangan kota suasananya tahun 1930-an, menbangkitkan rasa nostalgia. Wajah anak-anak perempuan yang dia lukis semuanya murung dan sedih. Dalam karyanya, seorang anak perempuan kecil dan orang yang dicintai anak itu akhirnya harus berpisah secara takdir.

Sayangnya karya MIURA tidak mungkin diimpor ke Indonesia. Karena semua karyanya tergolong porno. Saya pakai kata "porno" itu dengan makna "karya yang tujuannya hanya untuk merangsang nafsu berahi belaka". Definisi ini tidak lengkap, tetapi hampir semua orang setuju bahwa karya MIURA adalah porno. Tetapi ada porno yang mutunya tinggi, ada yang rendah. Mungkin karya MIURA termasuk yang paling unggul.
Anehnya karyanya dimuat hanya di majalah manga porno saja, belum dimuat di majalah manga umum. Tentu saja dengan keunggulan gambar MIURA, karyanya bisa dimuat di majalah umum jika dia mau. Jelasnya dia menitikberatkan gambar daripada cerita. Gambarnya luar biasa, tetapi mutu ceritanya biasa-biasa saja. Mungkin dia puas melukis gambar saja, sementara ceritanya apa saja.
Di dunia manga Jepang genre porno mulai berkembang dari 1970-an, genre ini sudah bersejarah dan sudah matang. Bukannya porno apa saja disambut baik oleh pembaca manga Jepang. Dan bukannya porno apa saja ditolak oleh pembaca manga Jepang. Yang baik dipilih, yang jelek tidak dipilih. Dunia komik porno Jepang juga dalam dan luas.
(Sabtu, 01-11-2003)


TOYO Kataoka, kisah rakyat kecil dengan penggambaran rinci
Gambar ini kutipan manga TOYO Kataoka. Dunia manga TO^YO^ Kataoka adalah dunia rakyat kecil, sama sekali tidak terkandung suasana mewah dan hal-hal berbau selebritis. Tokoh-tokoh cerita TO^YO^ adalah penganggur, tunawisma, orang pensiunan yang miskin, tukang bengkel, serta TO^YO^ Kataoka sendiri. Sifat mereka malas, mata keranjang, dan tidak disiplin. Tetapi mereka tidak peduli akan masa depan dan hidup seenak mereka sendiri. Jika mau tertawa tertawa saja, mau menangis menangis saja. Mereka sama sekali tidak berlagak. Sedangkan kita berlagak sok pintar, kaya, rajin, disiplin, jadi kehidupan kita dipenuhi stres.


Memang ceritanya menarik, tetapi di sini saya hendak memperkenalkan keunikan gambar TO^YO^. Ciri-ciri khusus gambar TO^YO^ adalah penggambaran secara rinci dengan garis besar. Dia tidak pakai screen tone, semua dilukis dengan tangan saja.
Yang terutama menarik adalah penggamabaran wajah. Lubang hidung dilukis terlalu besar, Dari lubang hidung keluar uap. Dan dahi berkeringat. Hal-hal itu sama dengan gaya gambar TANIOKA Yasuji di bawah ini.


Gambar ini adalah penggambaran wajah oleh TANIOKA Yasuji (1942-1999). Pada awal 1970-an karya TANIOKA merevolusikan "gag manga" (komik lucu) Jepang. Berbeda dengan TOYO Kataoka, gaya gambar TANIOKA tidak rinci. Gambar TANIOKA dilukis dengan garis yang sedikit jadi penggambaran TANIOKA sangat abstrak, tetapi kita bisa mengerti maksudnya. Sedangkan gambar TOYO konkret dan rinci.

Gambar ini dikutip dari karya terakhirnya "Yasuji no donansentyu" (1999). Dengan garis sedikit dan sederhana, dilukislah sapi, ular, babi, petani, gunung, matahari, dan awan.

Gambar ini dikutip dari "Neji shiki" (tahun 1968) oleh TSUGE Yoshiharu. Karya ini sangat terkenal dalam dunia manga Jepang. Dalam "Neji shiki" (Cara sekerup) TSUGE mengisahkan pengalaman seorang anak dalam dunia mimpi. Mungkin SAKABASHIRA Imiri juga belajar dari suasana karya ini. Karya TSUGE sudah diterjemahkan dalam beberapa bahasa asing. TOYO Kataoka mengikuti jejak gaya gambar karya ini, misalnya gaya lukis bentuk mata, hidung, bibir.

TSUGE Yoshiharu juga melukis kehidupan miskin dirinya sendiri. Kita bisa menertawai manga TOYO Kataoka, tetapi kita tidak bisa menertawai cerita TSUGE. Karena kehidupan yang dilukisnya sangat mengenaskan dan tidak ada harapan. Ayah kandungnya meninggal dunia saat TSUGE masih kecil, ibunya menikah lagi. Hubungannya dengan ayah tiri tidak baik, TSUGE selalu berharap bisa minggat dari rumahnya.

Manga TOYO Kataoka mengingatkan "Jarinko Chie" (anak kecil Chie) ini, karya HARUKI Etsumi. Jarinko Chie juga menceritakan kehidupan rakyat kecil. Dibandingkan karya TO^YO^ yang lebih dipenuhi dengan lemah, loyo dan malas, cerita Jarinko Chie lebih optimis dan bersemangat. Berbeda dengan cerita kehidupan TSUGE Yoshiharu, dunia Jarinko Chie dasarnya harmonis.
Jarinko Chie dilukis HARUKI Etsumi, dimuat di majalah Shukan Manga Action dari tahun 1978. Heroinenya bernama Chie, siswi SD kelas 5, berusia 11 tahun. Ayahnya seorang preman pengangguran yang tidak suka bekerja. ibunya bekerja di warung sate jeroan (di Jepang disebut "hormone yaki"). Walaupun hidup dalam kemiskinan si Chie bersikap optimis.
gambar kiri kucing yang dikutip dari Jarinko Chie, gambar kanan kucing oleh TOYO Kataoka
(Sabtu, 01-11-2003)

Kata Pengantar
Dalam rubrik yang baru ini saya akan memperkenalkan tentang kedalaman dunia manga (komik Jepang).
Di antara hasil kebudayaan Jepang yang sekarang, yang paling populer dan unik adalah komik (manga), film kartun (anime) dan game komputer. Dari ketiga jenis ini Terutama manga mempunyai peran paling besar dalam penerbitan buku di Jepang. Majalah mingguan komik dalam setiap minggunya terbit halamannya 400 lembar halaman lebih, lumayan tebal.
Di Jepang majalah komik digolongkan atas usia dan jenis kelamin pembaca.
Misalnya ada majalah "Shonen Jump"(
http://jump.shueisha.co.jp/index2.html) dan "Shonen Magazine"(http://www.shonenmagazine.com/index_2.html), kedua-duanya mempunyai eksemplar jutaan, majalah mingguan yang paling besar di Jepang. "sho^nen" berarti anak laki-laki. Jadi, sho^nen manga berarti komik untuk siswa laki-laki SD dan SMP.
Sedangkan majalah untuk anak perempuan, misalnya
"Nakayoshi" (artinya sahabat)(
http://www.nakayosi-net.com/topmenu.html) dan "Shojo Comic" (http://www.sho-comi.com/). Majalah ini diterbitkan untuk siswi perempuan SD dan SMP. Sho^jo berarti anak perempuan.
Untuk para remaja diterbitkan juga majalah, misalnya "Young Jump" (
http://yj.shueisha.co.jp/e/index.html) dan "Young Magazine" (http://www.yanmaga.kodansha.co.jp/). Majalah komik yang namanya "Young ...." ini untuk remaja.
Masih ada penggolongan lainnya yaitu majalah "ladies comic", kategori ini untuk perempuan yang usianya kira-kira 20-30an, Ada juga yang mengandung adegan erotis. Misalnya "You"
(
http://you.shueisha.co.jp/) atau "Be Love" (http://be-love.net/)
Selain di atas, ada majalah untuk dewasa umum. Misalnya, "Big Comic Original"
(
http://www.bigoriginal.shogakukan.co.jp/) dan "Comic Afternoon"
(
http://www.afternoon.co.jp/index2.html). Majalah semacam ini walaupun ada yang mengandung adegan erotis (tetapi tidak semuanya), tidak bisa disebut majalah porno.
Yang terakhir adalah majalah komik porno. Misalnya "Kairakuten", "Penguin Comic" dan lain-lain. Komik semacam ini dipanggil sebagai "hentai" di negara lain. Remaja di bawah 18 tahun tidak bisa membelinya. Tetapi bila dilihat dari standar negara Barat, komik porno Jepang mungkin boleh disebut masih "soft core". Tetapi masalah di Jepang adalah, walaupun "soft core", majalah porno dijual di convenience store (supermarket kecil). Jadi kalau mau, anak juga bisa membaca. Keadaan itu memang harus diperbaiki.
Di Jepang peredaran komik impor dari luar negri sedikit sekali dibandingkan produk lokal. Tentu saja gambar ala komik Amerika sudah diamabil menjadi satu unsur gaya komik Jepang, misalnya gaya gambar TORIYAMA Akira pengarang "Dragon Ball", dan siapa saja tahu nama Superman, Batman, Spiderman tetapi komiknya tidak dapat ditemukan di toko buku di Jepang. Di antara komik Amerika, yang lumayan laris adalah serial Peanuts (cerita si anjing Snoopy) saja. Sementara komik Prancis, yaitu Bande Dessinee (BD), terutama karya Moebius atau Enki Bilal berpengaruh besar pada pengarang komik Jepang, misalnya OTOMO Katsuhiro (pengarang "Akira") . Tetapi sayangnya di Jepang BD dijual sebagai barang seni rupa, dan harganya cukup mahal.
Sekarang ini, komikus-komikus dari ketiga negara ini, Jepang, Prancis, dan Amerika, saling mempengaruhi satu sama lain.

"La Femme Piege"oleh Enki Bilal.
Keren sekali. tidak heran dapat mempengaruhi komik Jepang.


Sedangkan di Indonesia, disebutkan bahwa PT Elex Media Komputindo, anak perusahaan Gramedia yang menangani komik terjemahan dari Jepang, sejak 1990 telah menerbitkan sekitar 2.000 judul. Berarti setiap tahunya rata-rata diterbitkan 200 judul komik terjemahan. 90% pasar komik yang dijual berasal dari luar negeri dan 80% di antaranya adalah komik Jepang. Walaupun begitu kebanjiran oleh impor komik Jepang, tetapi yang beredar di Indonesia masih sebagian kecil-kecil dari komik Jepang dan kebanyakannya komik yang sudah impor ke Indonesia cuma untuk anak saja. Saya pernah membaca "majalah komik Islam" namanya "Cosmic", sayangnya mutunya kurang bagus. Dalam majalah itu dimuat surat pembaca yang mengungkapkan bahwa "saya udah jenuh dengan komik luar". Sikap seperti itu boleh dikatakan seperti katak di bawah tempurung. (Yang menarik, di Jepang juga ada peribahasa hampir sama. "I no naka no kawazu taikai wo sirazu" yang artinya katak di dalam sumur tidak tahu luasnya laut.) Sebagai orang Jepang penggemar komik, saya ingin memberi pesan. "Dik, Anda tidak usah merasa jenuh, karena Anda belum cukup tahu tentang komik Jepang". Keanekaragaman komik Jepang susah dibayangkan di luar negeri. Tetapi sebuah artikel Pikiran Rakyat "Tiga Juta Judul Komik Setiap tahun" (http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0303/30/percil/percil2.htm) itu terlalu bombastis. Mungkin ribuan judul komik dibuat setiap tahun, tetapi tidak mungkin 3 juta judul selama satu tahun.
Di Indonesia, komik Jepang sering dikritik bahwa tidak cocok dengan budaya Indonesia. Tentu saja betul. Tetapi pada dasarnya, kalau komik Jepang berdampak buruk, sebaiknya orang Indonesia sendiri mengarang komik Indonesia yang bisa menjadi panutan. Mudah mengkritik karya orang lain tetapi susah mengarang karya yang begitu disukai oleh anak-anak. Kalau saya diperbolehkan membantah kritik terhadap komik Jepang terutama terhadap Crayon Shin chan, seperti komik itu memiliki unsur pornografi, saya akan bertanya kepada si kritikus, apa definisi porno menurut Anda ? Shin chan memang sering meperlihatkan "burung"-nya. Tetapi adakah orang yang dirangsang nafsunya melihat burung si anak kecil Shin chan ? Patung David oleh Michelangelo juga tidak ditutup burungnya, tetapi adakah orang yang mengklaim bahwa patung itu memiliki unsur porno ? Di Jepang juga Crayon Shin chan dikritik oleh ibu-ibu, tetapi karena kenakalan Shin chan. Sama sekali tidak ada kritik bahwa mengandung unsur porno.
Saya sungguh-sungguh berharap muncul komik Indonesia yang unik. Tetapi untuk mengkreasi karya yang unik, memang harus belajar dari karya unggul yang sudah ada. Komik Jepang sendiri mula-mulanya merupakan peniruan Walt Disney oleh TEZUKA Osamu, cikal-bakal komik modern Jepang. Almarhum TEZUKA Osamu (1928-1989), Beliau dipengaruhi oleh film animasi Disney, mengekspresikan gerakan dalam komik Jepang. Karya-karya Beliau yang sesudah akhir Perang Dunia Kedua membuka era baru untuk komik Jepang.
Orang asing mungkin sukar untuk mengerti proses perkembangan komik Jepang. Pengarang komik Jepang, walaupun untuk adegan celana dalam pun mereka sangat berusaha secara serius mencari cara lukis yang unik. Memang boleh dikatakan usaha sia-sia. Tetapi tanpa semangat ini, tidak mungkin ada kemajuan dan kemakmuran komik Jepang seperti masa kini. Memang maksud saya bukan bahwa pengarang komik Indonesia harus melukis adegan celana dalam. Maksud saya, pengarang Indonesia harus belajar keanekaragaman komik Jepang dan semangat pengarang komik Jepang. Korea Selatan dan Taiwan sudah lama terpengaruhi komik Jepang. Komik Taiwan dan Korea sudah matang malah balik masuk ke Jepang, dan sudah lumayan laris.
Sebagai seorang penggemar komik, saya ingin sekali membaca komik yang menarik buatan mana pun. Tidak peduli buatan mana asal menarik saja. Kalau pengarang komik Indonesia belajar dari hasil-hasil komik Jepang, saya yakin dalam waktu dekat komik Indonesia yang unik akan mencuat seperti proses perkembangan komik Taiwan dan Korea Selatan. Saya menunggu bangkitnya komik Indonesia yang unik dan menarik.
Sebelumnya saya ingin memberi catatan. Saya bukan pengarang manga, cuma penggemar saja. Dan saya sudah dewasa, jadi tidak tahu tentang manga untuk anak seperti Doraemon, Crayon Shin chan, Sailor Moon, Pokemon, dan sebagainya. Saya akan memceritakan komik
sebagai karya budaya seperti sastra atau seni rupa yang harus mempunyai nilai sendiri yang dibedakan dengan nilai dari segi moral, agama, ekonomi, atau politik. Manga yang saya perkenalkan di rubrik ini belum dikenal di Indonesia. Karya-karya yang ada di sini adalah semua manga yang saya cintai. Saya tidak peduli komik yang saya kenalkan di rubrik ini populer atau tidak. Kebanyakan dimuat di majalah komik yang bersejarah "Garo", disebut "alternative comic".

majalah komik Garo
website majalah Garo versi bahasa Inggris (
http://www.digigaro.co.jp/eng/garo.htm)
(Sabtu, 18-10-2003)

Komik catatan perjalanan

Pada umumnya orang Jepang suka wisata. Tentu saja pengarang manga juga berwisata dan mengarang pengalaman perjalanan sendiri sebagai manga. Tidak usah heran bila ada komik catatan perjalanan seperti sastra catatan perjalanan.

Gambar ini dari karya NAKANO Kenji, "Indo nite" (Di India). Karya ini menceritakan pengalaman NAKANO dalam perjalanannya ke India. Di India, dia sebagai turis asing, mengembara ke berbagai obyek wisata, naik bis malam, kena tipu, melihat upacara kematian, dan lain-lain. Gaya gambarnya unik, mempunyai suasana kesunyian dan humor.

NAGAMI Rinko, pengarang wanita ini selama 15 tahun setiap tahun berwisata ke India. Dia menceritakan kehidupan back packer (turis sederhana) di losmen yang murah. Akhirnya dia menikahi orang India, petugas losmen tempat dia menginap dalam tiap perjalanannya ke India. Kehidupan perkawinan antar negara mereka di Jepang juga dilukiskan dalam manga, sangat menarik.

TAKAHASHI Yukari juga pengarang wanita manga yang menikahi orang asing. Suaminya orang Turki. Jadi si TAKAHASHI masuk Islam. Mungkin dia satu-satunya pengarang manga yang beragama Islam. Dalam karyanya "Toruko de watashi mo kangaeta" (Saya juga berpikir di Turki) dia memperkenalkan kehidupan sehari-hari di Turki dan makanan Turki, rupanya enak sekali. Sehinga saat membaca manganya, saya juga mau ke Turki untuk menikmati makanan Turki.

ODA Sora adalah pengarang wanita manga yang pandai bahasa Tionghoa. Dia acapkali berwisata ke Tiongkok, bahkan karena rajinnya dia masuk sekolah bahasa di Beijing untuk belajar bahasa Tionghoa. Sesudah menguasai bahasa Tionghoa, dia lalu mengajar bahasa Jepang di sebuah kota di Tiongkok. Bagi saya karya ODA "Chu^goku ikaga desuka ?" (Anda suka Tiongkok ?) menarik karena dia menjelaskan bagaimana perbedaan cara pakai huruf kanji di Tiongkok dengan Jepang dan ciri-ciri khusus bahasa Jepang melalui pengalamannya sebagai guru bahasa Jepang. Dia melukis makanan sehari-hari Tiongkok, itu juga rupanya enak.

Saya meresa heran, walaupun setiap tahun ratusan ribu orang Jepang berwisata ke Indonesia terutama ke Bali, mengapa belum ada manga catatan perjalanan Indonesia ? Sudah banyak suami-isteri Jepang - Indonesia, mengapa mereka tidak mengarang kehidupan mereka sebagai karya manga ?
Catatan perjalanan ke dunia khayalan juga sangat saya sukai. Karya SAKABASHIRA Imiri mengantarkan kita ke dunia fantasi seperti mimpi takut. Dunia yang SAKABASHIRA lukis adalah campuran unsur yang bermacam-macam, yaitu suasana Jepang tahun 1950-an, pasar Taiwan, kota Hongkong, adegan film horror klasik, pabrik kimia, patung dewa Hawaii. Dalam dunia aneh itu tokoh aneh menjelajah, misalnya kucing yang matanya satu saja, kappa (sejenis hantu tradisi Jepang), kodok, kelinci yang matanya satu.

majalah komik "Ax", gambar halaman muka oleh SAKABASHIRA
(kutip dari website Seirinkogeisha
http://www.seirinkogeisha.com/) Majalah Ax juga didirikan oleh mantan staf redaksi Garo. Mereka sekarang keluar dari Garo.

(Sabtu, 18-10-2003)